“Miliki Margin dalam Kehidupan & Nikmati Kehidupan yang sebenarnya”
Pertama kali buku ini saya terima langsung saya buka lembaran awal dan merasa buku ini terlalu bertele - tele dalam menuturkan inti pesan - tetap setelah saya coba asal membuka buku pada sembarang halaman baru tersurat apa pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.
Pemahaman margin dalam kehidupan adalah sama dengan margin pada saat kita mengetik di Word MS yang selalu ada settingan pada page untuk mengatur sisa kelebaran tepi dari setiap halaman - prinsip yang sama dalam kehidupan dimana dalam buku ini mengulas apakah dengan gaya hidup modern dengan perkembangan teknologi yang demikian pesat yang masuk dalam pola kehidupan kita, kita masih memiliki sisa waktu, pikiran, tenaga, emosi, uang untuk menikmati hidup atau semua sumber daya itu habis untuk mengejar sesuatu yang sia - sia pada akhirnya dan berujung pada penyesalan semata. Hal ini relevan sekali dengan apa yang saya temukan pada film “Ghost Town”.
Contoh ssederhana saja, Handphone - alat yang diciptakan untuk membantu kita lebih efektif dan efisien dalam berkomunikasi justru membuat kita tidak punya margin dalam kehidupan - mau contoh ? sering lihat nggak seseorang tiba - tiba mengeluakan HPnya untuk mengecek ada sms atau ada misscall ? cukup banyak orang dalam pengamatan saya secara RUTIN denga jeda waktu tertentu mengeluarkan HP dan mengecek HPnya - nah berapa menit, jam, hari total yang terbuang untuk sekedar mengecek hal hal sepele dari HP ? ini membuat waktu yang harusnya produktif terganggu oleh sesuatu yang mengurangi margin waktu dalam kehidupan kita. Tidak hanya kerja - sebelum tidur kita mengcek HP, bangun tidur juga mengecek HP, masuk kamar mandi bawa HP, sambil makan menjawab telpon atau SMS, lagi ngobrol ngecek HP - jadi nggak fokus sama inti kehidupan - gangguan luar biasa yang mengurangi margin dalam kehidupan.
Buku belum selesai saya baca — tetapi setiap halaman memberikan penjelasan bagaimana men-setting margin dalam hidup agar kita bisa hidup seimbang tanpa harus mengorbankan pencapaian duniawi tetapi sebalinya dapat menikmati dengan kepuasan maksimal apa yang sudah diberikan oleh Tuhan selaksana hidup di dalam surga –
Enjoy Aja & Losta Masta … Yeahh !

0 Responses to “Book Review : MARGIN - Richard A. Swenson”