Tahun Kerbau Tanah - Saatnya Menebar Benih & Merawat Tanah

“Ahh .. kembali menulis … ”

Tahun kerbau tanah, tahun luar biasa untuk menyemai benih kesuksesan - begitu kata seorang teman. Ada hal yang perlu direnungkan khususnya setelah melewati tahun tikus air di 2008 dimana semua hal begitu licin dan bergerak tanpa suara yaitu bagaimana memetik keuntungan dari hasil ilmu titen bangsa China selama lebih dari 2500 tahun.

Diakhiri dengan krisis keuangan global pada tahun tikus air maka tahun kerbau tanah harus diisi dengan aksi memperbaiki secara fundamental keuangan baik bisnis maupun pribadi/keluarga. Nah .. itu kali ya makna tahun kerbau tanah ini kita menanam kembali benih kehidupan khususnya dalam bidang keuangan.

Beberapa hari yang lalu saya berdiskusi dengan beberapa teman, apa rencana untuk mulai menebar & menanam benih di tahun 2009 ini ? Ada 2 hal yang dapat disimpulkan,

  1. Memperbaiki hal fundamental dalam bisnis & karir sehingga pijakan untuk tahun kedepan semakin mantap
  2. Melakukan diversifikasi sumber keuangan - contoh memulai bisnis yang baru sebagai alternatif

Klasik …. karena kalau hanya 2 hal tersebut kelihatannya nggak butuh asumsi tahun berdasarkan shio alias ya kudu begitu setiap tahun … hahahhaha … tapi ya namanya diskusi walau kesimpulannya sama yang paling penting muncul ide ide baru sebagai alternatif pilihan rencana kegiatan ditahun kerbau tanah ini.

Well, salah satu alternatif yang akhirnya jadi pilihan saya adalah memulai mengembangkan Ritel Outlet dibidang consumer goods - dengan pertimbangan,

  1. Harga selalu naik
  2. Pasar yang luas karena berhubungan dengan populasi manusia

Kelihatan ini saatnya memberikan atensi khusus untuk lahan yang satu ini .. saatnya menyingsingkan lengan baju, memanggul pacul, menggemburkan tanah dan menebar benih kesegala penjuru … dan membayangkan panen yang melimpah ruah di akhir tahun kerbau tanah yang luar biasa ini …

Gong Xi Fat Choi …

0 Responses to “Tahun Kerbau Tanah - Saatnya Menebar Benih & Merawat Tanah”


  1. No Comments

Leave a Reply