<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Enterpreneurship - Kiat Menghadapi Negativitas</title>
	<link>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/</link>
	<description>&#124; "success is a jouney not a destination" - John Maxwell &#124;</description>
	<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 22:55:19 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
		<item>
		<title>By: Joker</title>
		<link>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/#comment-119</link>
		<dc:creator>Joker</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 06:03:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/#comment-119</guid>
		<description>WALAHH... Ga' sah buat berdebat. masalah itu bukan masalah selama kita tidak menganggapnya sebagai masalah. jadi semua itu tergantung dari kapasitas kita menyikapinya saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>WALAHH&#8230; Ga&#8217; sah buat berdebat. masalah itu bukan masalah selama kita tidak menganggapnya sebagai masalah. jadi semua itu tergantung dari kapasitas kita menyikapinya saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erman royadi</title>
		<link>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/#comment-88</link>
		<dc:creator>erman royadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 09:25:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/#comment-88</guid>
		<description>Menurut saya ada pencampuran konteks dari pemahaman oposisi yang Bapak tuliskan. Yang pertama, dalam konteks hukum fisika, oposisi yang dimaksud sudah kita kenal melalui hukum Newton (yang membuatnya menjadi musuh Gereja): hukum gravitasi, oposisi berbentuk daya dorong yang melawan gravitasi, dan hukum kelembaman, oposisi berbentuk gaya gesek yang memperlambat kecepatan. Yang kedua : hukum agama, tentang kenaikan tingkat melalui ujian. Dalam konteks ini oposisi perlu dimaknai sebagai media perubahan diri, bukan perintang tujuan. Ketika ujiannya berhasil kita lalui dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan universal, bukan dengan menghilangkan soal ujiannya, maka kapasitas diri kita meningkat, karena terjadi perubahan dalam diri kita dari yang (biasanya) merespon belum berdasar prinsip menjadi terlatih untuk terbiasa merespon berdasar prinsip. 
Konsekuensi khan muncul dari respon (stimulus) kita. Jadi kalo respon kita masih belum lulus uji, maka kita perlu bersiap untuk mendapat 'oposisi' serupa di masa mendatang... sampai kita lulus ujiannya, artinya kita berubah dalam cara kita merespon... What Do You Think ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya ada pencampuran konteks dari pemahaman oposisi yang Bapak tuliskan. Yang pertama, dalam konteks hukum fisika, oposisi yang dimaksud sudah kita kenal melalui hukum Newton (yang membuatnya menjadi musuh Gereja): hukum gravitasi, oposisi berbentuk daya dorong yang melawan gravitasi, dan hukum kelembaman, oposisi berbentuk gaya gesek yang memperlambat kecepatan. Yang kedua : hukum agama, tentang kenaikan tingkat melalui ujian. Dalam konteks ini oposisi perlu dimaknai sebagai media perubahan diri, bukan perintang tujuan. Ketika ujiannya berhasil kita lalui dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan universal, bukan dengan menghilangkan soal ujiannya, maka kapasitas diri kita meningkat, karena terjadi perubahan dalam diri kita dari yang (biasanya) merespon belum berdasar prinsip menjadi terlatih untuk terbiasa merespon berdasar prinsip.<br />
Konsekuensi khan muncul dari respon (stimulus) kita. Jadi kalo respon kita masih belum lulus uji, maka kita perlu bersiap untuk mendapat &#8216;oposisi&#8217; serupa di masa mendatang&#8230; sampai kita lulus ujiannya, artinya kita berubah dalam cara kita merespon&#8230; What Do You Think ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: siswan</title>
		<link>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/#comment-83</link>
		<dc:creator>siswan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 03:50:01 +0000</pubDate>
		<guid>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/#comment-83</guid>
		<description>jalani saja, toh mereka memang tidak mengenal apa yang kita impikan. bukankah segala kebaruan/perubahan senantiasa memberikan protes termasuk agama-agama baru. sikap kita mengapresiasinya secara positif karena secara tidak langsung mereka membantu kita melalui pikiran-pikiran lain setidaknya tangga-tangga sukses. biar kita lebih siap. asal jangan keterlaluan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jalani saja, toh mereka memang tidak mengenal apa yang kita impikan. bukankah segala kebaruan/perubahan senantiasa memberikan protes termasuk agama-agama baru. sikap kita mengapresiasinya secara positif karena secara tidak langsung mereka membantu kita melalui pikiran-pikiran lain setidaknya tangga-tangga sukses. biar kita lebih siap. asal jangan keterlaluan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: DeCoder</title>
		<link>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/#comment-68</link>
		<dc:creator>DeCoder</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 15:52:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/#comment-68</guid>
		<description>hehehe, walo rada telat bacanya, tapi ini bukan sesuatu utk dikomentari :-) jadi ndak perlu bingung, ini adalah FATWA ! hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe, walo rada telat bacanya, tapi ini bukan sesuatu utk dikomentari <img src='http://batupijak.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> jadi ndak perlu bingung, ini adalah FATWA ! hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: RyoH</title>
		<link>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/#comment-63</link>
		<dc:creator>RyoH</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 19:09:26 +0000</pubDate>
		<guid>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/#comment-63</guid>
		<description>apa bisa hidup tenang dengan banyak negativitas?

just ask</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa bisa hidup tenang dengan banyak negativitas?</p>
<p>just ask</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Petrus</title>
		<link>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/#comment-60</link>
		<dc:creator>Petrus</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 07:27:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://batupijak.net/2007/11/21/enterpreneurship-kiat-menghadapi-negativitas/#comment-60</guid>
		<description>Bingung mo kasih komentar apa...!!!??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bingung mo kasih komentar apa&#8230;!!!??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
