Enterpreneurship - Kiat Menghadapi Negativitas

Be Positive - You’ll Attract Happiness into Your Life

Bila anda merintis suatu usaha, berjuang keras dan berdiri dengan dasar integritas, fight to accomplished your mission — selalu dan pasti — ada oposisi  yang sifatnya menahan laju perjuangan anda.

Oposisi ini selalu bersifat hal - hal yang melemahkan perjuangan anda dalam mengejar impian anda yang ingin anda wujudkan. Bentuknya ? Pertentangan dari orang yang terdekat dengan anda, perkataan yang meremehkan perjuangan anda, negosiasi - negosiasi yang (diper)sulit, dan serangan terhadap karakter anda.

Tapi oposisi tetap diperlukan, ibarat anda menerbangkan layangan, tidak akan terbang lebih tinggi bila anginnya tidak kencang, dan sesuai dengan hukum alam, oposisi bukan untuk dilawan tapi untuk dimanfaatkan. Ini strategi yang cerdas !

Pada meeting kordinasi dengan para supervisor, saya sempat mengutarakan hal ini. Kalian bekerja dengan organisasi yang spartan, kita bergerak terus dan merangsek maju, tidak peduli keadaannya seperti apa. Failure is not an Option ! — so, konsekwensinya adalah kita akan diuji dengan alam (Tuhan) seberapa kita serius mengejar tujuan kita dengan salah satu contoh adalah negativitas dalam bentuk serangan terhadap karakter.

Nah, saya kasih tips ; bila itu terjadi artinya level anda sudah naik, dari yang tidak dikenal menjadi mulai dikenal. Tetap bertahan dengan apa yang sudah dilakukan (selama legal) dan perbaiki apa yang bisa diperbaiki, terima kritik sebagai hadiah — berterimakasihlah kepada  mereka yang memberikan kritik — terus tumbuh secara pribadi dengan lebih banyak membaca referensi dan berkumpul dengan kumpulan orang yang positif dan seperjalanan.

Karena, kalian akan maju sementara si-pengkritik akan tetap ditempat selamanya :D

Beberapa hal yang terjadi, ini bisa dikaitkan dengan blog sebelumnya, yang setelah 2×24 jam ybs tidak berani menunjukan jati diri, takut aja katanya… (yes, you’re coward !) saya ulas di meeting supervisor sambil menunjukan dan menceritakan isi comment dan saya katakan sebagai berikut,

” ini konsekwensi, saya senang dan bahagia sekali ada orang yang akan selalu mengingat saya selama hidupnya, selama tidurnya, selama percakapannya — dengan topik saya — tentunya.” “Saya sangat berharap orang ini terus negatif selama hidupnya terhadap saya dan menulis hal-hal yang buruk tentang saya, menyebarkan keseluruh dunia, membuat seminar kalau perlu tentang saya, blog khusus tentang saya, website khusus tentang saya bahkan mengorganisasi komunitas tentang saya –karena saya akan berkata kepadanya : Thanks to become my Marketer with No Compliment !” ” I Get Famous & U Get Nothing !”

Jadi, bila konsekwensi itu terjadi pada diri anda, gunakan untuk membuat anda semakin besar dan terkenal ! Smart Business Strategy hah ? :D   

 

6 Responses to “Enterpreneurship - Kiat Menghadapi Negativitas”


  1. 1 Petrus

    Bingung mo kasih komentar apa…!!!??

  2. 2 RyoH

    apa bisa hidup tenang dengan banyak negativitas?

    just ask

  3. 3 DeCoder

    hehehe, walo rada telat bacanya, tapi ini bukan sesuatu utk dikomentari :-) jadi ndak perlu bingung, ini adalah FATWA ! hehehe

  4. 4 siswan

    jalani saja, toh mereka memang tidak mengenal apa yang kita impikan. bukankah segala kebaruan/perubahan senantiasa memberikan protes termasuk agama-agama baru. sikap kita mengapresiasinya secara positif karena secara tidak langsung mereka membantu kita melalui pikiran-pikiran lain setidaknya tangga-tangga sukses. biar kita lebih siap. asal jangan keterlaluan.

  5. 5 erman royadi

    Menurut saya ada pencampuran konteks dari pemahaman oposisi yang Bapak tuliskan. Yang pertama, dalam konteks hukum fisika, oposisi yang dimaksud sudah kita kenal melalui hukum Newton (yang membuatnya menjadi musuh Gereja): hukum gravitasi, oposisi berbentuk daya dorong yang melawan gravitasi, dan hukum kelembaman, oposisi berbentuk gaya gesek yang memperlambat kecepatan. Yang kedua : hukum agama, tentang kenaikan tingkat melalui ujian. Dalam konteks ini oposisi perlu dimaknai sebagai media perubahan diri, bukan perintang tujuan. Ketika ujiannya berhasil kita lalui dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan universal, bukan dengan menghilangkan soal ujiannya, maka kapasitas diri kita meningkat, karena terjadi perubahan dalam diri kita dari yang (biasanya) merespon belum berdasar prinsip menjadi terlatih untuk terbiasa merespon berdasar prinsip.
    Konsekuensi khan muncul dari respon (stimulus) kita. Jadi kalo respon kita masih belum lulus uji, maka kita perlu bersiap untuk mendapat ‘oposisi’ serupa di masa mendatang… sampai kita lulus ujiannya, artinya kita berubah dalam cara kita merespon… What Do You Think ?

  6. 6 Joker

    WALAHH… Ga’ sah buat berdebat. masalah itu bukan masalah selama kita tidak menganggapnya sebagai masalah. jadi semua itu tergantung dari kapasitas kita menyikapinya saja.

Leave a Reply