Success is 100% Predictible | Book Review : Luck vs Good Luck

Makanan Otak - ini bukan otak otak loh.

Sukses dalam hidup ternyata 100% dapat diprediksi, dalam arti kata 100% dikendalikan langsung oleh diri kita sendiri. Fakta yang menarik. Karena bila kendali ada 100% ditangan kita ini berarti kita nggak perlu pesugihan atau konsultasi ke dukun :D

Beberapa bulan yang lalu, saya dan istri sempat ke Jakarta untuk menghadiri pertemuan komunitas bisnis kami di Network21 - Executive Leaders Club Meeting - hal yang kami berdua syukuri adalah komunitas yang ada di Network21 yang secara progresif mengupdate materi - materi yang berkaitan dengan pertumbuhan pribadi baik internal maupun eksternal — Thanks God ! karena susah sekali mencari komunitas yang secara konsisten memperbaharui titik referensi positif dalam kehidupan. Ada sih asosiasi pengusaha di usaha kami, tetapi  hampir dipastikan 100%  materi meetingnya bukan untuk membangun bisnis atau membangun kepribadian.

Hal yang penting untuk diingat adalah kebutuhan makan untuk leher kebawah dan leher keatas harus sehat dan berimbang. Dan untuk leher keatas jenis “makanan”-nya nggak boleh sembarangan, salah masuk akan memberikan output  yang maha dashyat dalam kehidupan kita. Saya akan diskusikan ini kalau pas ada waktu …………

Dalam pertemuan di atas ada 1 buku baru yang direkomendasikan oleh komunitas N21 yaitu Luck vs Good Luck ( Keberuntungan vs Nasib Baik ) - pertama lihat saya buka kok isinya dan  gaya bahasanya seperti dongeng, wah nggak tertarik kalau isinya ginian. Ok, beli 2 buah, masukin tas — niatnya kapan kapan lah di baca.

Esok hari saat keberangkatan pulang dari Jakarta, pas di Cengkareng saya sempat beli 2 majalah National Geografic dan Swa Sembada, biasa untuk nunggu saat boarding AdamAir yang (katanya) selalu telat (faktanya). Nunggu boarding yang masih 45 menit cukup untuk menghabiskan 2 majalah, nah sesuai fakta — delay keberangkatan — 45 menit Booooo….. | hmm bacaan habis, saat masukin majalah yang sudah dibaca di tas ada buku yang kemarin dibeli | ya udah di baca aja dari pada harus keluar dan beli majalah ………

Amazing ! ternyata butuh 20-an menit untuk menghabiskan buku tersebut, dan luar biasa,memang ceritanya dongeng tetapi sarat dengan titik - titik referensi baru yang memperkuat tekat dan merubah sikap dan cara pandang dalam hidup. Kira - kira seperti ini rangkumannya,  

Judul Buku : Good Luck “Ciptakan Kondisi - Kondisi untuk Sukses dalam Kehidupan dan Bisnis”, Penulis : Alex Rovira & Fernando Trias de Bes, Penerbit : Karisma Publishing Group, Tersedia di seluruh toko buku Karisma (fyi toko buku ini nggak buka di Yogyakarta)

Pertemuan 2 orang teman masa kecil setelah berpisah selama 50 tahun, Max seorang pebisnis yang sukses dengan latar belakang keluarga yang sangat miskin dengan Jim seorang pebisnis yang sedang mengalami kebangrutan yang keluarganya mendapatkan warisan yang besar dari pamannya. Percakapan keduanya saat usia  yang sudah tua pada awalnya berisi keluh kesah, karena Jim merasa awalnya keluarganya mendapatkan keberuntungan berupa warisan tetapi karena salah pengelolaan semua warisan itu lenyap tak tersisa dan meninggalkan hutang - Jim menyalahkan keberuntungan yang tidak lagi tinggal dengan dirinya. Berbeda dengan Max yang justru membangun bisnisnya dengan susah payah sehingga akhirnya pada masa tuanya pabrik sebanyak 20 buah di seluruh dunia dng 2000 karyawan.

Topik percakapan kedua teman lama ini adalah tentang perbedaan Kemujuran (Luck) dengan Nasib Baik (Good Luck), berikut petikan dari percakapan buku tersebut,

Max : ” Ketika keluargamu mendapatkan warisan, kamu mujur. Tetapi kemujuran seperti itu tidaklah tergantung kepada kita; itulah sebabnya tidak tahan lama. Kamu hanya sedikit mujur saja, dan sekarang kamu tidak punya banyak. Kemujuran semata, tidaklah tergantung hanya kepadamu, tetapi Nasib Baik tergantung HANYA kepadamu. Kemujuran sejati itulah yang disebut Nasib Baik. Faktor Kemujuran semata boleh dibilang hanpir tidak pernah terjadi. ……… tahukan kamu bahwa hampir 90% orangyang menang lotere itu akhirnya bangkrut dan kembali ke kondisi semula kurang lebih dari sepuluh tahun ? Sebaliknya, Nasib Baik bisa terjadi setiap kali kamu mengarahkan FOKUS kesana. Itulah sebabnya disebut Nasib Baik, sebab itulah yang Baik, dan yang Nyata …”

Cerita berlanjut dengan perumpaan dimana ada 2 kesatria yang diminta mencari bunga cengkeh yang tumbuh dihutan dalam 7 hari di suatu hutan yang sangat luas untuk mendapatkan putri Sang Raja.

Ternyata ke-2 kesatria tersebut tidak tahu bahwa bunga Cengkeh itu tidak pernah tumbuh atau akan tumbuh atau ada di dalam hutan tersebut. Nah bagaimana ke-2 satria itu memecahkan tantangan tersebut menjadi Hal yang menarik dan bagaimana pada akhir kisah kesatria yang jadi pemenang ternyata harus mempersiapkan tanah, air dan sinar matahari yang cukup agar benih bunga Cengkeh yang ternyata setiap tahun tersebar diseluruh hutan yang dibawa oleh angin BISA TUMBUH karena jatuh pada tanah yang DISIAPKAN terlebih dahulu.

Benih bunga Cengkeh = Peluang dalam Hidup — ada disekeliling kita setiap saat. Uang berseliweran di setiap sudut pandangan mata kita — kita yang tidak pernah mempesiapkan diri kita untuk mengambil, menangkap atau mengenggam peluang - peluang tersebut.

Kita sibuk dengan mengasihani diri kita, memaki keadaan yang terjadi pada diri kita bahwa itu karena ketidakadilan Tuhan, kesalahan perusahaan tempat kita bekerja, kesalahan orang tua yang tidak memberikan fasilitas, memohon kemudahan dalam hidup, mencari rejeki nomplok, mengkritik orang lain yang melukai kita, menunggu mukjizat — tetapi jarang sekali kita menggunakan segala situasi yang tidak mendukung itu sebagai langkah perbaikan diri kita sendiri. 

Apapun yang terjadi secara negatif selalu bermakna positif, orang yang punya hutang banyak lebih punya power untuk terlepas dari keadaan itu dan tidak kembali berhutang dibandingkan orang yang tidak memiliki hutang sama sekali. Orang yang kerap dimarahi karena tidak disiplin sebenarnya diingatkan bahwa kalau itu dibiarkan dirinya tidak akan pernah berhasil mendapatkan kepercayaan dalam hidupnya, dan justru memiliki alasan yang kuat agar dirinya bisa berkembang lebih baik dengan bantuan hardikan orang lain.

Hal yang kurang mendukung tersebut justru jadi pemicu untuk kita melakukan PERBAIKAN sebagai Kondisi - kondisi yang merupakan bagian PERSIAPAN untuk punya kehidupan lebih baik.

Di organisasi yang saya pimpin, membaca buku adalah hal yang MUTLAK, kenapa ? karena otak berpikir, mulut dan organ lainnya akan merespon sesuai apa yang dipikirkan otak kita. Bila isi otak adalah hal yang negatif outputnya negatif demikian sebaliknya. MEMBACA memberikan kita titik referensi yang lebih positif sebagai penciptaan kondisi mental yang baik untuk menghadapi hidup dan peluang.

Sampai untuk memaksa MEMBACA, di organisasi saya perlu dijatuhkan sangsi denda hanya sekedar kita ingin melihat orang lebih positif dalam hidupnya <– orang yang berpikiran positif selalu menarik hal positif kedalam hidupnya, uang lebih banyak, teman lebih banyak, kegembiraan lebih banyak dll.

Membaca merubah paradigma karena wawasan dibuka lebih luas, karir lebih tinggi, bisnis lebih besar kalau kita tahu bagaimana MEMPERSIAPKAN diri menghadapi segala tantangan yang akan datang — dan yang namanya  tantangan selalu nggak enak, kalau dipikirin jadi stress, mau dihadapi udah takut duluan —   

Jadi kalau anda tidak pernah MEMPERSIAPKAN diri anda untuk hidup yang lebih baik, jangan pernah salahkan orang lain, keadaan lain atau dunia lain terhadap kemalangan yang terjadi dalam hidup anda. Kenapa ? Karena anda sendiri yang MEMPERSIAPKAN dengan baik keadaan yang anda terima saat ini !

Dan kalau anda ingin berubah , mari mulai dari isi kepala anda …..

3 Responses to “Success is 100% Predictible | Book Review : Luck vs Good Luck”


  1. 1 4n70n

    Hm.. review yg menarik.. ( tq atas infonya Pak.. )
    Sore ini saya pulang agak terlambat karena ada seorang sahabat lama yg janji ketemu di burjo samping Netindo .
    Setelah say hello.. tanya kabar.. “ngalor-ngidul”.. akhirnya keluar kata-kata “punya buku baru?” celetuk teman saya.
    “ada.. THE SECRET.. ” (saya tunjukkan bukunya).
    gantian saya yg nyeletuk “ada bacaan baru juga?”
    “GOOD LUCK” kata dia, tapi bukunya ada di rumah…..
    Hm.. TERNYATA…
    Bener2.. “LUCKY” deh saya… ga usah beli…
    pinjem aja…
    heuheuhueheuehe (mahasiswa bgt yea…)

  2. 2 4n70n

    Hm.. sore ini saya pulang agak terlambat karena ada seorang sahabat lama yang janji ketemu di burjo dekat Netindo.
    Setelah say hello.. tanya kabar.. “ngalor-ngidul”..
    akhirnya terucap “ada buku baru?” celetuk teman saya.
    “ada.. THE SECRET..” (saya tunjukkan bukunya).
    Gantian saya yg bertanya “ada bacaan baru juga”..
    “GOOD LUCK”.. celetuknya…
    Hm… TERNYATA…
    “I’m soo LUCKY”… ga usah beli bukunya.. pinjem aja….
    huhuehuehueuhe… (mahasiswa bgt yea…)

  3. 3 Petrus

    Sekedar info referensi buku aja,saat ini saya sedang membaca buku “Quantum Iklas” karangan Erbe Sentanu. Isinya masih berhubungan dengan buku The Secret,tetapi lebih bersifat cara penerapannya (kayaknya seperti itu,soalnya saya belum selesai bacanya baru dapat 1/4 nya..^_^ )

Leave a Reply