Dinasty of Jesus & Da Vinci Code

Da Vinci Code - Dan Brown  , membaca buku ini serasa tidak lengkap bila tidak membaca Dinasty of Jesus karangan James D Tabor. Buku ini mengulas sisi ilmiah dari kehidupan sang Mesias mulai kontroversi hubungan keluarga sang Mesias sampai detik detik kematian serta kabar gembira kebangkitan-Nya.

Waktu Da Vinci Code muncul, saya sempat diajak berdiskusi oleh beberapa teman, terus terang membaca Da Vinci Code sempat membuat perut saya mual oleh rangkaian cerita di dalamnya yang melibatkan sang Mesias — benar benar menggugah Iman sebagai pengikut Sang Timur — tetapi kemudian saya berpikir ” pasti ada jawaban ” terhadapa kontroversi novel ini.

Selang beberapa waktu saya menemukan 2 buku yaitu “Selamatkan Yesus dari Orang Kristen ” dan ” Kala Yesus Menjadi Tuhan “, isi kedua buku ini selaras dengan buku terakhir yang saya beli yaitu karangan James Tabor karena dibahas dari sisi Ilmiah.

Hal ini mengingatkan buku lama yang pernah saya beli hampir 10 tahun yang lalu, ” Yesus Sebelum Agama Kristen” yang juga membahas secara ilmiah keadaan sosiopolitik dan ekonomi  pada jaman kehidupan sang Mesias.

Hmmm …. ada apa ini ? kayak di test deh !

Saya sampai pada satu kesimpulan Iman yang sampai saat ini saya pegang  yaitu siapapun manusia yang hidup membutuhkan satu sosok sebagai panutan hidup yang secara nyata dan sederhana dapat diikuti dalam kehidupan sehari - hari.

Keimanan bukan intitusi, bukan pula ritual, bukan pula aturan - aturan prosedural, bukan pula jadwal, bukan pula kumpulan terorganisir, bukan pula fakta ilmiah. 

Keimanan adalah kepercayaan secara sederhana dan apa adanya akan sesuatu tanpa syarat.  

——to be continued——-

2 Responses to “Dinasty of Jesus & Da Vinci Code”


  1. 1 Ridhawati

    TIPS MENCARI TUHAN YANG BENAR-2 TUHAN
    &
    MEMILIH AGAMA YANG DIRIDHOINYA (DIBENARKAN OLEHNYA)

    1. Kita harus menyadari, mengapa kita perlu mencari Tuhan ?,
    • Hal ini supaya kita bisa memahami untuk apa kita ada (hidup) di Dunia ini, yang ujung-2-nya sakit, tua, atau akhirnya mati juga, harta kita ditinggalkan untuk yang masih hidup, kok enak yah !, begitu juga ilmu kita (S1, S2, bahkan sampai S3) ikut sirna, tidak bisa copy file di harddisk ataupun ke seseorang.
    2. Bagaimana cara yang benar untuk mencarinya ?
    • Kita bisa mencarinya melalui buku-2, diskusi, logical, bukti-3 sejarah) dan jangan membatasi diri untuk tidak mempelajari seluruha Agama atau aliran kepercayaan atau keyakinan yang ada dan berkembang saat ini.
    • Serta berdo`alah agar kita diberikan kemudahan dan petunjukdari NYA.
    3. Ada “filosofi” atau “HUKUM ALAM” yang kita harus terima, dan itu bisa digunakan untuk mencarinya, antara lain;
    • Sesuatu mesti ada yang menciptakannya ? (yakini dulu !), seperti mobil, rumah, baju, dll, tidak mungkin ada barang tiba-2 ada dengan sendirinya, seperti Bumi, dan Planet-2 lainnya.
    • Pencipta mestinya harus ada dulu dari pada yang diciptakan ? (Tuhan lebih dulu ada sebelum adanya Manusia, bumi, jagad raya), tidak setelah ada manusia (+ nabi-2) tiba-2 turun ke bumi dan menampakan atau menjelma menjadi Manusia ?
    • Pencipta mestinya tidak sama dengan yang diciptakannya (Manusia membuat mobil, tentunya mobil tidak sama dengan Manusia, baik bentuk dan kelakuannya), terima dulu logical ini !.
    • Jadi Tuhan tidak akan menyerupai yang diciptakannya (sama dengan manusia) ?
    • Manusia dan semua ciptaannya akan tunduk atau mengikuti HUKUM ALAM, yaitu menempati (ber dimensi) ruang, akan rusak karena waktu (umur) atau mati, dapat dilihat, diraba, atau dirasakan, dan difoto kemudian di up load di WWW), wah kalo Tuhan punya WEB berapa yah hits/day nya ?.
    • Jadi Tuhan tidak akan mungkin berwujud sama dengan ciptaannya (Manusia). Atau mempunyai sifat-2 yang akan tunduk terhadap HUKUM ALAM tadi.
    • Tuhan tidak bisa dikategorikan jenis kelaminnya (Gender laki-2 atau perempuan ?), Tuhan Bapak, atau Bapa di Surga ?, Walaupun sebatas sebutan saja, atau untuk memudahkan membayangkan, bahwa Tuhan seperti Bapak baiknya (kelakuan baik dan perannya).
    • Wujud atau Tubuh Tuhan juga tidak menyerupai Manusia yang mempunyai tangan atau kaki, jadi tidak akan “CAMPUR TANGAN” sebagaima Manusia ? dalam asumsi atau harapan kita dalam kehidupan kita.
    • Tuhan itu maha itu kuasa sekali (absolute atau muntlak tidak ada yang membatasinya), sehingga tidak perlu atau membutuhkan bantuan seperti ada diantara kita yang mengaku jadi “PELAYAN TUHAN”..
    • Sifat-2 Tuhan itu tdk akan sama dengan suatu bentu atau manusia, maka Tuhan itu tidak berdimensi waktu atau ruang, maka Tuhan tidak tinggal di syurga ? (Bapa yang tinggal di kerajaan syurga), jadi dimana tempat Tuhan tinggal ?, (mungkin miri Roh kita ada di bagian tubuh mana, Jantung ? Paru-2 ? atau Organ tubah yang lainnya ?.
    • Secara logika kalau Tuhan (Bapa) tinggal di kerajaan syurga, terus siapa yang akan menunggu (tinggal) di Neraka mengawasi orang-2 yang disiksa ? dan di Bumi ?, bias kabur semua Orang-2 yang ada di Neraka karena tidak ditunggu Tuhannya ?. (masa iyah / Ha ha).
    • Tuhan itu tidak akan seperti perasaan dan pikiran kita, sehingga Roh Kudus (Tuhan) tidak akan memimpin kemana arah pikiran, hati, perasaan atau tindakan kita, yang ada adalah bagaimana pikiran, hati, dan tindakan kita semata-mata hanya untuk Tuhan (sesuai petunjuknya), jadi Tuhan berada diluar tubuh dan pikiran kita ? (dekat atau jauh tergantung bagaimana kita mendekatkan diri dan pikiran kepadanya.
    • Secara nalar (logical in healty thinking) setiap orang (barang siapa ?) yang berbuat seharusnya Dia yang bertanggungjawab, mau Dosa atau Pahala, dan tidak mungkin dialihkan kepada Tuhan yg se-akan-2 si PENEBUS DOSA atau Juru Selamat, atau dihapus dengan dengan jalan melakukan pengakuan Dosa melalui Pastor, atau diwariskan kepada anak cucu, jadi Pernyataan “PENEBUS DOSA” apa itu bukan sbg proganda (iklan terselubung) agar menarik Orang mengikuti ajaran. Agama tertentu, bisa dilaporkan ke KPPU ? kalau di Indonesia.
    • Jangan mengandalkan kemampuan logical (otak), panca indra (mata dll), maupun perasaan kita dalam mencari Tuhan, karena Organ kita mempunyai keterbatasan, sepertinya halnya MATA, mata memandang langit itu berwarna biru padahal langit itu tidak berwarna dan merupakan ruangan yang bolong tidak berbatas dengan benda atau layer.
    • Seperti hal perasaan bahwa kita, bahwa kita ini tinggal pada permukaan bumi yang datar dan tidak mungkin kita berada di atas kulit bumi yang bundar, padahal kalau kita terbang antar benua baru melihat bahwa kulit bumi itu melengkung, sepertinya sepandai-pandai manusia, manusia tidak pernah mampu melihat bentuk (wujud) ROHnya sendiri seperti apa dan dimana keberadaannya di tubuh kita ?, jadi jangan mengandalkan logika dalam mencari Tuhan, seperti Halnya mengapa kita dijadikan /dilahirkan sbg Orang Jawa, Cina, Bule, dll atau mengapa dilahirkan sbg Laki-2 atau Wanita ? (logika tidak mungkin bias menemukan jawabannya).
    • Jadi jangan sampai kita memaksakan TUHAN, bahwa Tuhan itu harus nampak wujudnya seperti halnya Manusia atau menyamakan bahwa Tuhan itu juga seperti Manusia, walupun sebagai Anak Tuhan atau Tuhan anak, ada ibunya, Tuhan itu seolah-olah seperti BAPA di kerajaan syurga, walaupun itu mungkin sekedar imajinasi saja untuk memudahkan kita membayangkan atau mempercayainya.
    4. Terus bagaimana Tuhan yang sesungguhnya itu ?
    5. Tentunya Tuhan itu tidak akan menampakan dirinya dan memperlihat pisiknya kepada Manusia (bikin penasaran saja Tuhan ini), logical kita Dunia bisa heboh ? kalo Tuhan sampai menampakan DIRInya, apalagi ber kata-2 (firman) langsung ?.
    6. Seperti Hanyal Roh, setiap Orang pasti (100 prosen) percaya bahwa setiap Orang yang hidup pasti ada Roh di dalam tubuhnya, dan kita tidak pernah tahu bagaimana wujud dan letaknya, walaupun seorang dokter ahlipun pasti tidak akan tahu dimana Ruh (atau ROH) itu berada dalam tubuh kita.
    7. Tuhan telah memberikan Tanda-2 keberadaannya kalo kita mau peduli terhadap Tanda-2 kebesarannya (ke Maha’an nya) dan asal kita mau mencari melalui cara yang dibenarkan atau diridhoinya., seperti Halnya pada Bumi dan isinya, Planet, dan mengatur semua di orbitnya, ada yang menciptakan dan mengaturnya tidak ? (renungkan dalam dengan hati yang bersih, kesampingkan dulu keyakian Agama kita anut).
    8. Bagaimana cara mencari Tuhan yang benar ? (sesuai dengan diberikan petunjuk olehnya ?).
    9. Setelah mempelajari secara mendalam dan penuh kehati-hatian, melalui Kitab-2 suci tiap-tiap Agama, Bagaimana Ajarannya, Diskusi dengan para pakarnya, akhir saya menemukan bahwa di Al Qur`an, terdapat cara-2 mencari Tuhan yang benar (petunjuknya).
    10. Dalam memahami Makna tiap-tiap kalimat (ayat-ayat), disitu jelas-2 sekali bahwa Tuhan ALLAH itu adalah Tuhan Kita semuanya (Bule, Cina, Negro, Arab, Melanesia, Monggol) dan Al Qur`an diturunkan untuk semua Manusia di Dunia (bukan hanya untuk orang Moeslem atau Islam saja atau orang Arab saja), di Al Qur`an cukup jelas seperti apa Tuhan itu ?.
    11. Begitu juga dalam membandingkan dengan kitab-2 Agama lainnya, betul-2 isinya ber beda sekali dan begitu juga proses turunnya ayat juga juga jauh berbeda, mohon jangan antipati (or negative thinking before) dulu, sebelum membaca dan mendalami maknanya (anggap sbg ilmu pengetahuan aja dulu), betul-2 isinya bukan merupakan pendapat seorang atau kata seseorang (Murid anak Tuhan).
    12. Inilah pengalaman spiritual saya, mudah-2-an Saudara-2-ku bisa memperoleh manfaat dan hikmahnya dari learning point ini, amien yah ROBBAL ALLAHMIEN.

    Semoga Allah merachmati kita semua, amien.
    Wassalam

    Ridhawati
    Flexi; 022 7204941
    E-mail; ridha@telkom.co.id

  2. 2 doel

    Allah berkenan di dalam tujuan kekal-Nya untuk memilih dan menetapkan Tuhan Yesus, Anak-Nya yang tunggal, sebagai Pengantara antara Allah dan manusia; Nabi, Imam, dan Raja; Kepala dan Juruselamat Gereja-Nya; Pewaris segala sesuatu; dan Hakim atas dunia. Bagi-Nya Allah sejak segala kekekalan memberikan satu umat untuk menjadi benih-Nya, dan agar oleh-Nya ditebus, dipanggil, dibenarkan, dikuduskan, dan dipermuliakan pada waktu yang telah ditetapkan.

    Bagian diatas mengajarkan kepada kita :

    1. bahwa Allah sejak kekekalan telah memilih sejumlah tertentu keturunan Adam untuk diselamatkan melalui karya penebusan Kristus,
    2. bahwa Allah dari kekekalan juga telah berjanji untuk memberikan kaum pilihan ini kepada Kristus sebagai imbalan bagi penderitaan-Nya,
    3. bahwa Kristus berkehendak untuk melakukan dan menderita semua yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu,
    4. bahwa karya mesianik ini memerlukan Kristus sebagai Nabi, Iman, dan Raja bagi kaum pilihan-Nya dan menjadi Kepala dan Juruselamat dari Gereja, dan
    5. bahwa Kristus adalah juga Pewaris dan Hakim atas dunia ini.

    Kristus disebut Adam kedua, atau lebih tepat lagi, “Adam terakhir” (1Kor.15:45). Hal ini dikarenakan fakta bahwa Adam adalah orang pertama dan Kristus orang terakhir dalam sejarah umat manusia yang menjadi kepala kovenan, atau pribadi yang mewakili seluruh umat manusia. Dia datang untuk memulihkan kembali apa yang telah dikerjakan Adam dan melakukan bagi umat-Nya apa yang gagal dilakukan Adam. Ketika Adam belum berdosa, dia memiliki pikiran yang jernih, hati yang murni, dan kehendak yang benar.

    Dalam pengertian Iman Kristen ini, tepat kalau Adam disebut sebagai nabi, imam dan raja.

    1. Sebagai seorang nabi, Adam mampu “memikirkan perkara-perkara Allah.” Dia dapat menafsirkan karya Allah, dan menyatakan kebenaran Allah kepada semua ciptaan.
    2. Sebagai imam, Adam memberikan dirinya sebagai “persembahan yang hidup.” Dirinya sendiri dan segala sesuatu yang didapatkannya dipersembahkan kepada Allah.
    3. Sebagai seorang raja, Adam menaklukkan dan berkuasa atas segala sesuatu berdasarkan pengetahuan yang benar dan devosi yang kudus. Kegiatan Adam selaras dengan, dan mengekspresikan, kehendak Allah.

    Tentu kita tidak berkata bahwa Adam menyadari ketiga jabatan dalam dirinya ini, dan kita juga tidak bermaksud menyebutnya nabi, imam dan raja dalam pengertian jabatan. Yang kita maksudkan adalah bahwa tugas sebagai nabi, imam dan raja secara implisit terdapat dalam posisi Adam sebagai kepala. Jika Adam tidak berdosa, hal ini akan semakin jelas. Tetapi kematian Adam mengakhiri semuanya.

    Allah kemudian bersiap mengutus “Adam terakhir.” Dan sangat signifikan bahwa sebagian pernyataan Perjanjian Lama tentang kedatangan-Nya berpusat pada ketiga jabatan “yang diurapi” (mesias = yang diurapi), yaitu nabi, imam, dan raja. Kita percaya bahwa kerusakan manusialah yang menyebabkan Allah membuat tiga jabatan yang terpisah, yang dijabat oleh tiga suku yang berbeda, yang sebelumnya merupakan bagian yang utuh dari manusia tak berdosa.

    Dengan menetapkan tiga jabatan yang berbeda antara satu sama lain, Allah dapat menyingkapkan ketidaksempurnaan manusia yang kemudian dituntut dari Anak-Nya.

    disadur dari
    http://imankristen.wordpress.com

Leave a Reply