Mengeluh - kebiasaan orang gagal dalam hidup.
Dalam perjalanan bisnis yang saya rintis, semakin lama semakin tidak suka mendengarkan orang mengeluh. Sampai di organisasi saya ada ketentuan seperti ini,…
” stop mengeluh, itu masalah anda, cari jalan keluarnya, selesaikan sendiri gimana kek caranya, dan kalau anda butuh bantuan orang lain untuk memecahkan masalah anda sampaikan alternatif pemecahan masalah bukan rentetan keluhan !”
sering kali bila berhadapan dengan staff macam ini, saya suka bilang ” hey mas/mbak, anda mengeluh terus tentang pekerjaan,mau nggak dengerin keluhan saya tentang kinerja anda ?” — nah nih orang khan mengeluh ternyata menarik lebih banyak keluhan dalam hidupnya, pikirnya kalau mengeluh terus orang lain akan bersimpati ? malah nggak lah yaww, yang didapat justru tambahan keluhan dari orang lain.
Sejalan dengan waktu, ada buku yang baik sekali menjelaskan hal ini ” The Secret”, berikut nukilannya, {Bab I- Pengungkapan Rahasia}
” Jika anda mengeluh, Hukum Tarik - Menarik akan mendatangkan lebih banyak situasi yanganda KELUHKAN ke dalam hidup anda. [NAH INI PENTING KHUSUSNYA BAGI YANG PUNYA STAFF] Jika anda mendengar sesorang mengeluh dan anda berfokus pada hal itu, BERSIMPATI kepadanya, MENYETUJUI-nya, saat itu juga anda MENARIK lebih banyak situasi kepada diri anda sendiri untuk mengeluh”
makanya kepada supervisor atau mereka yang bekerja dengan anak buah/staff DILARANG KERAS mendengarkan keluhan, kemarin sempat saya menegur salah satu supervisor yang sukanya kalau ketemu staff nanyanya seperti ini,
” Gimana kerja disini ? ada yang dikeluhkan nggak ? ada masalah nggak ?” <– gile nih orang !! mbok hidup itu yang diundang kebahagiaan, keceriaan, kegembiraan ini malah yang diundang kemuraman, kesedihan, bad mood, kenegatifan !! nggak heran kenapa hidupnya nggak berubah - ubah dari dulu karena jadi jelas ini orang tidak mengundang hal hal positif dalam hidupnya tetapi hal hal negatif.
Mungkin maksudnya kelihatan lebih dekat dengan staff, kelihatan peduli, penyayang, sohib dengan staff padahal tipe seperti ini justru merusak ritme bisnis dan kehilangan respek dari staff, dan solusinya dikeluarkan dari organisasi dan direkomendasikan untuk mendaftar ke salah satu PH sinetron Indonesia atau join kesalah satu perkumpulan arisan — heuheueheuhe
Hal yang sama juga kalau kita mengeluarkan keluhan kepada rekan sekerja dengan harapan mendapat dukungan. Kenyataannya malah bikin bad mood teman kerjanya.
Jadi nggak heran kalau tipikal pengeluh ini biasanya dapat Surat Peringatan, Denda, Pinalti, Makian, Tambahan tugas yang tidak disukai/dikeluhkan …… malah hal yang dikeluhkan datang lebih banyak dan massive karena diundang secara sengaja dalam hidupnya.
Ya udalah, dimana mana dari jaman adam hawa namanya kerja itu capek, kalau loe nggak terima salahin tuh adam kenapa makan apel, sehingga dikutuk untuk kerja cari makan setelah keluar dari taman eden. Edan khan !
dan juga udah umum kalau kerja sama orang ya harus nurut perintah yang punya gawe, kalau nggak mau ya bikin aja bisnis sendiri, nota bene bakal ketemu sama tipe pekerja yang rewel juga …. tukang ngeluh juga … nah lingkaran setan khan jadinya.
yang jadi pengusaha juga ngeluh juga, daya beli turun, persaingan lah, karyawan nggak nurut, nggak disiplin, target nggak masuk, bunga hutang selangit dll ….. yeee ya udah mas dinikmati aja !
Nah ini yang saya suka, dari pada mengeluh mendingan menikmati masalah karena dengan menikmati kita menciptakan aura positif, pikiran jadi kreatif untuk cari solusi memecahkan masalah, masalah lebih cepat selesai, hati pun happy dan kita bisa menorehkan pelajaran berharga dalam hidup.
Kerja kok Capek ya ? nikmati aja mas, kalau loe belum kawin dan punya anak — gw kasih tau yaaa…. lebih cape pas sudah punya keluarga,ngurusin anak bini, masih kekantor, dimarahi boss,kena kerja lembur dll dll … jadi latihan nih | coba cari cara ngatur prioritas hidup, waktu kahn cuma 24 jam, diaturlah, jadi ahli mengatur waktu ! kalau bisa khan hebat tuh, semua bisa jalan dengan energi yang lebih efisien.
Wah, nih kok aturan kerja keras banget ! nikmati aja mbak, hidup dimana mana pake aturan, belajar disiplin, kalau tipe ayak gini dipelihara bisa ketahuan kalau hidupnya banyak dosanya, soalnya aturan manusia aja dilanggar apa lagi aturan Tuhan yang nggak kelihatan. nah loo …. justru cari pencerahan, kenapa aturannya gini, gitu… pasti ada maksud positifnya. Belajarlah dengan menggali — satu saat kalau merintis perusahaan sendiri bisa diadaptasi sistem kerjanya.
Gw ga punya duit ! yaa… tenan yang tidak diharapkan kok malah diucapkan ! jadi beneran nggak punya duit. dari pada gitu coba lihat sekeliling , potensi apa yang bisa di jadikan uang secara positif, supaya bisa mempertebal kantong – sorry ya duit harus dikejar karena nggak mungkin jatuh dari langit ! sakit tau …..
So, hati - hati dengan ucapan karena setiap ucapan adalah doa, yangsecepat kilat akan dikabulkan Tuhan sesuai prinsip permintaan.
Mengeluh adalah doa yang PASTI akan dikabulkan dan ditambahkan secara berlimpah kedalam hidup anda. Amieen !
Thanks, that worth a lot!!!
Ada sisi positif punya problem, makin banyak problem bikin kita makin cepat kita berkembang.
Ada yang bilang mengeksperesikan diri dengan Mengeluh … hehehehehe … sory guyz mengeluh sama sekali nggak ada positif positifnya babar blas. Telen aja buat dirimu sendiri, nobody want to listen — berdasarkan pengalaman justru orang yang suka mengeluh baik sedikit atau banyak, DIJAUHI orang karena bikin bad mood.
Jadi kalau ada masalah bukan keluhan yang keluar, tapi solusi dari masalah, 2 hal yang berbeda kayak kutub utara - selatan
Kebanyakan orang terjebak pada masalah itu sendiri, tapi tidak pernah mencoba untuk mencari solusi dari masalah….
(”,)
noizewaitinglist.blogpsot.com